OPERASI KERJA
MESIN INJEKSI PADA MOTOR RODA DUA







SISTEM KERJA MOTOR BAKAR 2
TAK DAN 4 TAK
Cara Kerja Mesin 2 Tak
Cara Kerja Mesin 2 Tak
Pada prinsipnya motor
bakar 2 langkah (2 tak) melakukan siklus Otto hanya dalam dua langkah piston
atau satu putaran poros engkol. Penemuan motor bakar 2 tak yang sukses oleh Sir
Dougald Clerk tahun 1876. (Anonim.2008).
Cara Kerja Motor

Sepeda motor atau yang biasa disebut dengan motor adalah sebuah
alat transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat terutama masyarakat di
negara berkembang termasuk Indonesia .
Cara kerja mesin motor atau dalam artikel ini akan disebut dengan cara kerja
motor sebenanya tidak jauh berbeda dengan cara kerja mesin mobil. Mesin motor
ini terdiri dari piston, blok silinder, dan bagian kepala yang berisi katup.
Piston akan bergerak naik turun pada blok silinder. Ini terjadi karena dorongan
dari hasil ledakan campuran bahan bakar dan udara yang telah dinyalakan oleh
percikan api.
Pada saat motor bekerja, maka katup akan membuka dan menutup untuk
memungkinkan campuran bahan bakar dan udara masuk ke dalam ruang bakar katup.
Pada saat piston bergerak naik turun, maka ini akan merubah gerakan poros
engkol / crankshaft menjadi berputar. Kekuatan rotasi pada crankshaft ini
kemudian ditransmisikan untuk menggerakkan roda motor.

Mesin pada motor dibedakan menjadi 2, yaitu: 2 tak dan 4 tak.
Mesin motor 2 tak terdiri dari piston, ring piston, engkol, busi, knalpot, port
intake, dan silinder. Cara kerja motor mesin 2 tak prosesnya cukup mudah. Port
intake pertama akan menerima kombinasi bahan bakar dan udara. Udara dan
campuran bahan bakar dikompres melalui aktivitas naik turunnya piston. Busi
akan membakar campuran ini sehingga akan menyebabkan ledakan di dalam silinder
sehingga akan mengaktifkan piston dan memutar engkol. Kemudian piston akan
kembali ke posisi semula dan asap pembakaran akan keluar melalui knalpot.

Cara kerja motor dengan mesin 4 tak sedikit berbeda. Mesin motor 4
tak ini terdiri dari busi, piston, piston cincin, engkol dan poros engkol, dan
silinder. Proses cara kerja motor 4 tak ini dimulai dari katup intake
menerima bahan bakar dan campuran udara seperti pada motor 2 tak, namun disini
piston bertugas untuk mencampur kedua campuran ini. Pengapian dilakukan oleh
busi sehingga bisa mendorong engkol untuk menggerakkan rantai. Rantai akan
mengaktifkan 2 camshaft dan berputar membuka katup pembuangan untuk membuang
asap hasil pembakaran melalui batang knalpot. Aktivitas ini berulang terus
menerus hingga pada akhirnya mendorong katup intake valve untuk terbuka dan
membiarkan bahan bakar melewatinya.
Pencarian
Terbaru (100)
Motor.
Cara kerja mesin motor. Cara kerja mesin motor 4 tak. Cara kerja motor 4 tak.
Cara membuat mesin. Sistem kerja motor. Bagian mesin silinder motor.
Silinder
motor 4 tak. Prinsip kerja engine. Engine motor 4 tak. Cara kerja sepeda motor.
Pengertian motor 4 tak dan 2 tak. Bagian mesin motor 4 tak. Video cara kerja
mesin motor.
Prinsip
kerja mesin motor. Cara kerja 2tak. Busi motor roda dua. Prinsip kerja motor 2
tak. Sistem kerja motor 4 tak. Cara kerja mesin 2 tak. Cara kerja piston.
Cara
kerja sepeda motor 4 tak. Mesin motor dua silinder. Pengetahuan mesin. Video
cara kerja mesin engin. Langkah kerja busi bakar 4 tak dan 2 tak. Knalpot mtr
2tak. Cara kerja klep piston mesin 4tak.
Sistem
keluarnya ledakan pada busi di mesin 2 tak dan 4 tak. Motor bakar 4 tak dan 2
tak. Cara kerja busi pada sepeda motor. Ada
brapa ring piston di motor 4tak. Prinsip kerja motor bakar. Cara kerja motor.
Kerja motor 4 tak.
Artikel
tentang cara kerja mesin sepeda motor. Video cara kerja mesin sepeda motor.
Piston motor 2 tak. Pengapian mesin motor diesel. Sistem kerja 2 tak dan 4.
Motor bakar 4 tak dan 2 tak dan sistem pengapiannya. Cara kerja motor 2
silinder.
Mesin 2
tak 2 silinder. Ring torak 2 tak. Perbedaan busi 2 tak dan busi 4 tak pada
motor bakar. Cara kerja mesin 2 tak dan 4 tak. Sistem busi 4 tak. Cara menambah
pengapian busi motor 4tak. Artikel cara kerja motor bakar.
Pengertian
piston motor. Panduan mesin 4 tak. Sistem kerja mesin motor 2 tak. Sistem pembakaran
pada busi motor 4 tak dan 2 tak. Cara kerja sepeda motor 4 langkah. Prinsip
kerja mesin motor 4tax. Cara kerja busi pada saat motor berjalan.
Mesin motor. Referensi tentang kerja mesin
motor 4 tak. Cara kerja mesin motor 2 tak.
Jika mesin 4 tak memerlukan 2 putaran crankshaft dalam
satu siklus kerjanya, maka untuk mesin 2-tak hanya memerlukan satu putaran
saja. Hal ini berarti dalam satu siklus kerja 2 tak hanya terdiri dari 1 kali
gerakan naik dan 1 gerakan turun dari piston saja. Desain dari ruang bakar
mesin 2 tak memungkinkan terjadunya hal semacam itu. Ketika piston naik menuju
TMA untuk melakukan kompresi maka katup hisap terbuka dan masuklah campuran
bahan bakar dan udara, sehingga dalam satu gerakan piston dari TMB ke TMA
menjalankan dua langkah sekaligus yaitu kompresi dan isap. Pada saat sesaat
sebelum piston mencapai TMA maka busi menyala, gas campuran meledak dan memaksa
piston kembali bergerak ke bawah menuju TMB. Gerakan piston yang ini disebut
langkah ekspansi. Namun sembari piston melakukan langkah ekspansi atau usaha,
sesungguhnya juga melakukan langkah buang melalui katup buang (sisi kanan
dinding silinder pada gambar) . Hal ini bisa terjadi karena gas hasil
pembakaran terdorong keluar akibat campuran bahan bakar dan udara baru yang
juga masuk dari sisi kiri dinding silinder.
Lebih jelasnya system pada motor bakar 2 tak
dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Langkah Masuk (Intake).
Campuran bahan bakar dan udara dihisap masuk ke dalam rumah engkol akibat
tekanan vakum yang terjadi pada saat piston bergerak ke atas.
Langkah Penyaluran
(Transfer/Exhaust). Pada saat mendekati posisi titik mati bawah, saluran masuk
terbuka dan campuran bahan bakar dan udara masuk ke dalam silinder. Pada saat
yang sama masuknya campuran bahan bakar dan udara tersebut mendorong sisa hasil
pembakaran keluar melalui saluran pengeluaran pada sisi yang berlawanan dari
lubang pemasukan.
Langkah Tekan
(Compression). Selanjutnya piston bergerak ke atas dan menekan campuran bahan
bakar dan udara. (pada saat yang sama terjadi langkah masuk yang berikutnya di
bagian bawah piston).
Langkah Tenaga (Power).
Pada saat pendekati posisi titik mati atas busi akan menyala dan menyundut
campuran bahan bakar dan udara sehingga terjadi ledakan yang mendorong piston
ke bawah.
Mesin 2 tak harus memakai oli pelumas samping
selain pelumas mesin sudah jelas, karena model kerja yang seperti ini membuat
tenaga yang dihasilkan lebih besar. Perbandingannya pada mesin 4 tak dalam 2
kali putaran crankcase = 1 x kerja sedangkan untuk 2 tak 2 kali putaran
crankcase = 2 x kerja. Karena itu dibutuhkan pelumas yang lebih, sebab putaran
yang dihasilkan lebih cepat. Hal ini juga menjawab kenapa mesin 2 tak lebih
berisik, boros bahan bakar, menghasilkan asap putih dari knalpotnya, tetapi
unggul dalam kecepatan dibandingkan mesin 4 tak. Istilahnya “No Engine is
Perfect !” Perbedaan yang lain juga terdapat pada bentuk fisik pistonnya.
Piston 2 tak lebih panjang dibanding piston 4 tak. Selain itu bentuk piston head-nya juga berbeda, piston 2 tak
memiliki semacam kubah untuk memuluskan gas buang untuk bisa keluar sedangkan 4
tak tidak. Piston 2 tak juga memiliki slot lubang yang berhubungan dengan reed
valve yang berhubungan dengan cara kerja masukan campuran bahan bakar – udara
ke ruang bakar.
Katup, Cara Kerja Katup


Sering kita jumpai
pada saat itu, mobil-mobil dengan tingkat konsumsi bahan bakarnya boros: satu
liter hanya untuk tiga kilometer. Anehnya, orang tak ambil pusing dan
menganggap kejadian seperti itu biasa saja, karena harga bensin waktu itu boleh
dikatakan masih murah. Mesin-mesin yang “doyan bensin” waktu itu, di antaranya
adalah truk General Motor Company (GMC) dan Chevrolet buatan Amerika Serikat,
begitu laku keras. Biar boros bensin, tak masalah! Ditambah lagi, kondisi jalan
saat itu yang banyak belum beraspal, membutuhkan mesin kuat yang bisa memberi
tenaga spontan seperti truk-truk di atas. Namun keadaan seperti itu berbalik
180 derajat pada saat ini, setelah harga bahan bakar (BB) melonjak dan
persediaan minyak bumi juga kian menipis. Teknologi mesin pun serta merta
dipaksa untuk adu irit, seiring dengan itu masyarakat yang sudah terbiasa
dimanja berbagai fasilitas pun terus menuntut agar mobil baru semakin hari
semakin irit.
Ahli-ahli
teknologi mesin pun menjawab: boleh-boleh saja mesin semakin irit, namun toh
tetap harus bertenaga. Maka, dapat kita saksikan bagaimana industri mesin
otomotif berpacu dengan teknologi baru, dan sekaligus mengalami perkembangan
yang cukup mengesankan. Belum lagi ditambah faktor jalanan raya yang semakin
hari semakin mulus. Tuntutan akan mobil yang irit BB namun bertenaga besar pun
semakin menjadi kenyataan. Truk-truk besar, yang tadinya menggunakan bensin,
saat ini lebih banyak memakai bahan bakar solar yang lebih murah, namun lebih
efisien dan menghasilkan tenaga besar. Perubahan ini terjadi begitu cepat.
Tidak jarang terjadi, dalam waktu relatif singkat, sudah bermunculan teknologi
baru untuk meningkatkan kinerja mesin.
Kalau dahulu
banyak mesin dengan RPM rendah yang ditandai dengan conrod yang panjang (stang
sekher), maka sekarang mobil menggunakan mesin dengan stang sekher yang pendek,
yang memungkinkan mesin berputar pada RPM tinggi. Hasilnya, tenaga mesin
meningkat akan tetapi lebih irit BB. Mesin-mesin masa kini secara fisik
tampaknya kecil, akan tetapi dalam kinerja ternyata menghasilkan tenaga yang
begitu besar. Sistem pemasukan Kalau diteliti lebih lanjut, tampak bahwa upaya
atau konsentrasi para ahli teknologi mesin tersebut diarahkan pada sistem
pemasukan bahan bakar. Komponen di bagian ini direkayasa sedemikian rupa
sehingga BB yang biasanya 25% energi panas untuk menggerakkan mesin, dapat
ditingkatkan. Umpamanya, mubasirnya 34% yang dibuang lewat knalpot, 32% diisap
kembali oleh sistem pendinginan mesin, dan lainnya sebesar 9% dapat dikurangi.
Jumlah lubang klep diperbanyak, memang diperlukan untuk mempercepat pemasukan
BB dan udara. Mekanisme penggerap klep juga banyak mengalami rekayasa. Kita
menjadi terbiasa mendengar mesin dengan 16 klep (valve) untuk 4 silinder maupun
24 klep untuk 6 silinder. Kemudian diikuti dengan mesin yang menggunakan cam
shaft (noker as) lebih dari satu, nama populernya DOHC (Double Overhead Cam
shaft) atau twincam.
Semakin hari,
semakin banyak mesin yang menggunakan sistem ini. Toyota , belum lama ini memperkenalkan
mekanisme penggerak klep, khususnya pada cam shaft. Teknologi baru untuk
mengatur buka dan tutupnya klep pemasukan bahan bakar, bisa dikategorikan
sebagai suatu kemajuan teknologi mesin otomotif yang sangat berarti. Teknologi
penggerak klep – yang diberi nama Variable Timing-Intelligent (VVT-i) ini akan
menambah tenaga mesin lebih besar, namun pemakaian BB tetap ekonomis. Mesin
yang memiliki twin cam, yang terdiri dari satu cam untuk menggerakkan klep
pemasukan bahan bakar, dan cam yang lain untuk pembuangan gas bekas pembakaran,
bekerjanya tidak “beraturan”. Berbeda dengan mesin-mesin DOHC yang konvensional.
Cam shaft yang menggerakkan klep pemasukan BB,
direkayasa agar bisa bergerak variabel dibandingkan dengan gerakan cam shaft
pembuangan gas bekas yang konstan. Cam shaft
yang satu ini, saat menekan pembukaan klep, bekerjanya tergantung RPM mesin. Ia
sebentar lebih cepat, sebentar bisa lebih lambat antara 30 derajat sampai 60
derajat, disesuaikan dengan tingkat RPM dan beban mesin. Dengan cara ini, mesin
pada RPM tinggi, klep pemasukan bahan bakar akan membuka lebih dini atau lebih
cepat sehingga jumlah BB mendapat kesempatan lebih banyak masuk ke ruang
bakar/silinder. Sebaliknya pada saat RPM rendah, klep masukannya membukanya
diperlambat sehingga jumlah BB yang masuk tidak banyak.
Dengan cara ini
mesin mobil menjadi sangat efisien dan ekonomis. Perkembangan mesin pada saat
ini mengharuskan, mesin yang ekonomis dalam penggunaan BB tetapi tenaga mesin
tetap besar. Sering kali, sepertinya mustahil hal itu dilakukan, walau pada
kenyataannya berhasil menjadi kenyataan. Corolla DX, misalnya, dengan mesin 1300
cc dan dibebani pendingin (AC), penggunaan BB lebih boros bila dibandingkan
dengan Great Corolla “cucu”nya, yang menggunakan mesin dengan isi silinder 1600
cc yang diberi beban AC, serta power steering. Sudah lebih irit dengan mesin
yang lebih besar, 1600 cc, Great Corolla lebih bertenaga pula bila dibandingkan
dengan DX. Desain pun lebih maju, walau mobil tampak kecil tetapi ruangan di
dalamnya terasa longgar. Di samping kedua hal di atas, mesin modern saat ini
juga dituntut memenuhi persyaratan ramah lingkungan, tak merusak lingkungan.
Artinya, gas buang sisa pembakaran mesin tidak mengandung CO dan NOx yang
tinggi. Dengan mengurangi inefisiensi panas yang dibuang lewat knalpot dari
hasil pembakaran mesin, maka gas-gas beracun yang dibuang ke alam bebas juga
menjadi lebih kecil persentase volumenya. Mobil yang dilengkapi dengan VVT-i
ini, pembakarannya bisa optimal.
Selain menghemat
pemakaian bensin, mesin ini juga ramah lingkungan karena CO gas buangnya bisa
mencapai 0,20% volume. Oli mesin juga terhindar dari kontaminasi akibat sisa
bahan bakar yang mengalir ke karter. Oli mesin bisa digunakan sampai 10.000 km,
karena BB nyaris terbakar habis, tidak menyisakan sisa oksidasi kimiawi yang
masuk ke karter oli. Kilas balik Mula-mula di tahun 1991, Toyota memperkenalkan mekanisme VVT pada
mesin sport tipe 4A-GE untuk menambah momen dan tenaga. Pada mekanisme mesin
yang menggunakan VVT, memungkinkan katup intake membuka dan menutup dalam dua
langkah, sesuai dengan RPM/ putaran mesin. Artinya, pada saat RPM rendah atau
beban mobil kecil, maka salah satu katup pemasukan BB akan tertutup secara
hidrolik. Gerakan pada VVT hanya sampai dengan membuka dan menutup tidak
variabel. Sedangkan mekanisme VVT-i dapat dikatakan sebagai penyempurnaan dari
mekanisme VVT, di mana klep pemasukan BB bukan hanya bisa bergerak membuka dan
menutup, akan tetapi juga membuka dan menutupnya klep tersebut dapat dipercepat
atau diperlambat. Dengan cara ini, akurasi pemasukan BB sehubungan dengan
putaran mesin serta beban pada mesin bisa terlaksana dengan sangat tepat.
Dengan berubah-ubahnya saat membuka dan menutupnya katup intake, sesuai dengan
kondisi (RPM mesin), maka VVT-i memberikan keuntungan momen dan tenaga yang
besar serta ekonomis BB, dan menurunkan kadar Nitrogen Oksida (NOx) dan
hidrokarbon. Bentuk yang simpel dari VVT-i menjadikan mesin tangguh luar biasa,
serta mudah untuk disesuaikan dengan desain mesin yang sudah ada. Suatu saat,
desain ini bisa digunakan pada mesin apa saja. Toyota merencanakan VVT-i bisa pertama
digunakan untuk mesin model baru yang akan diperkenalkan dalam tahun-tahun
mendatang ini.
Dari hasil tes,
diperoleh data, ekonomis bahan bakar 6% dan menaikkan momen 10% pada putaran
rendah dan sedang. Rancang bangun VVT-i terdiri dari tiga komponen utama. (1)
Electronic Control Unit (ECU), yaitu sebuah perangkat komputer mini yang
menentukan posisi optimum membuka atau menutupnya katup intake sesuai dengan
kondisi (RPM mesin). Selain itu, ECU yang bekerja berdasarkan sensor-sensor
tersebut mengatur jumlah BB yang diperlukan dan mengatur saat pengapian busi
yang akurat. (2) Oil Control Valve (Oct) bertugas mengontrol tekanan oli
berdasarkan instruksi dari ECU. Sejumlah oli akan disalurkan ke pully yang di
dalamnya terdiri dari beberapa roda gigi. Oli tersebut diperlukan untuk
mempercepat atau melambatkan cam shaft. (3) VVT-i Pulley bertugas mengatur
(cepat atau lambat) membuka dan menutupnya katup intake berdasarkan tekanan
oli. Untuk memasangkan teknologi VVT-i tidak diperlukan pompa oli tambahan,
sebab tekanan oli dari pompa oli dari mesinnya sendiri sudah cukup. Pada saat
pully VVT bekerja, piston dengan spline helical yang ada pada pully akan
ditekan oleh oli, kemudian menggerakkan poros cam shaft sesuai dengan kondisi
(RPM mesin). Dengan cara ini, pengajuan klep sekitar 30-60 derajat crankshaft.
Atau dengan kata lain, pada RPM rendah sampai medium, perubahannya sebesar 30
derajat. Sedangkan pada RPM tinggi bisa berubah sampai 60 derajat. Produk ini
sangat respon, dan perubahan sudutnya sangat lembut, sehingga gerakan mobil
mulus, tidak tersendat-sendat.
Pada mesin-mesin
yang tidak dilengkapi dengan VVT-i, pada RPM tinggi akan terjadi klep overlap
(saat katup intake dan exhaust membuka bisa secara bersama-sama). Dengan
menggunakan VVT-i saat pembukaan katup bisa terkontrol terus, sesuai dengan
putaran/beban mesin. Karena putaran cam shaft bisa diatur, diundurkan
(diperlambat). Pada mesin konvensional, saat pedal gas ditekan penuh, masuknya
partikel BB dan udara tidak bisa penuh. Hal ini tentunya akan mengurangi suplai
BB serta udara ke ruang bakar yang berakibat tenaga mesin berkurang.
Perbedaannya dengan mesin yang dilengkapi VVT, pada saat overlap atau pengajuan
pembukaan katup intake sebagian gas buang akan kembali ke ruang bakar. Dan ini
tentunya mengurangi kinerja mesin. Pada saat putaran idling, pembakaran akan
stabil karena tidak terjadi overlap yang besar. Selama beban berat, kondisi
seperti ini membutuhkan momen dan tenaga yang besar sehingga katup intake harus
memberi masukan yang optimum (terus-menerus dan mencukupi) sesuai RP mesin.
Mesin yang dilengkapi VVT-i baik kecepatan rendah maupun medium semua
terkontrol, pada RPM rendah dan sedang terbukanya katup intake juga semakin
maju, tetapi belum full. Dan pada putaran tinggi, terbukanya katup intake
semakin maju lagi. Dan hal ini akan menambah tenaga mesin.
Mobil tenaga matahari

Menurut Internatonal Standard (ISO 8713:2002)Mobil Listik dikenal
dalam istilah
Electric road vehicles yang di Amerika dikembangkan menjadi dua
(2) jenis,
diantaranya ;Zero Emission Vehicles(ZEV) dan Low Emission Vehicles
(LEV). Mobil
listrik yang di kategorikan menjadi Zero Emission Vehicles adalah
Mobil Batterai
(Battery Operate) dan Mobil Fuel
cell. Sedangkan yang dikategorikan menjadi LEV
adalah mobil yang sistem penggeraknya memadukan antara
convensional engine
dengan motor listrik (mobil Hybride). Berbagai teknologi yang
berkembang terkait
dengan mobil listrik ini, dapat diuraikan secara singkat sebagai
berikut :
Mobil Listrik “Batterai Operate" Mobil listrik jenis ini mengandalkan batterai
sebagai sumber energi untuk menggerakkan kendaraan. Bagian yang
sangat
penting pada mobil listrik jenis ini adalah : 1). Motor listrik.
2). Batterai (AKI). 3).
Crarger (Alat pengisian ulang energi listrik pada AKI). 4). Sistem
Kondali
(Controller). 5). Managemen Energi (EMS )
atau Energy managemen System
Mobil Hybrid Teknologi
Mobil hybrid yang dipopulerkan oleh Toyota dan Honda
ini, Sebagai solusi menghemat BBM dan mengatasi pencemaran
lingkungan. Cara
kerja mesin listrik dengan prinsip regenerative (isi
ulang/recharging saat kendaraan
sedang beroperasi) pada mesin hybrid, berbeda dengan mobil tenaga
listrik penuh.
Mobil tersebut tidak bisa mengisi ulang listriknya. Bila
listriknya habis, Batterai/aki
harus di-charge secara khusus dengan waktu 8 hingga 12 jam (untuk
teknologi
charger onboard). Khusus mesin hybrid, mesin listriknya bisa
mengisi ulang ke aki
dengan memanfaatkan kinetic energy saat mengerem (regenerative
brakeing).
Bahkan sebagian energi mesin dari mesin bensin/solar/bio fuel saat
berjalan
listriknya bisa disalurkan untuk mengisi batterai/aki. Dengan
sistem operasi seperti
ini maka akan terjadi penghematan BBM. Di Kota Tokyo Jepang, truk
dan bus sudah
banyak yang memakai tenaga mesin system hybrid karena dinilai amat
efisien/hemat BBM dan mengurangi polusi. Jenis mesin hybrid secara
umum ada
yang memakai sistem paralel dan sistem seri, namun yang paling
umum adalah
parallel. Mesin listrik pada kendaran hybrid sebenarnya hanyalah
sebagai
penunjang atau bisa disebut booster, pada mesin utama yang memakai
bensin
ataupun solar. Mesin listrik yang kecil pada kendaraan jenis
hybrid tak akan kuat
menjalankan mobil secara normal. Perkembangan teknologi mesin
hybrid memang
kini semakin pesat. Begitu pula dalam pengisian ulang listriknya
yang semakin
canggih, cepat, dan tenaga mesin listriknya semakin besar.
Mobil Surya “Solar Car” Mobil
tenaga surya atau tenaga matahari, adalah jenis
kendaraan listrik yang menggunakan tenaga matahari sebagai sumber
energinya.
Energi matahari ditangkap dengan menggunakan panel cell surya
kemudian
digunakan untuk menggerakkan motor listrik yang berfungsi untuk
memutar roda.
Agar dapat digunakan secara stabil maka pada mobil surya
dilengkapi dengantempat penyimpanan energy (energy storage) umumnya digunakan
accu/batterai.
Dilengkapai dengan alat control pengatur kecepatan maka mobil ini
dapat melaju
sesuai dengan kecepatan sesuai dengan kecepatan yang dirancang.Di Indonesia
berkisar 12 tahun yang lalu mobil surya ini dikembangkan oleh
mahasiswa ITS
'Mobil Fuel Cell' Fuel Cell adalah sebuah terobosan teknologi yang dilakukan oleh
kalangan ilimuan dan industri mobil untuk mencari sumber energi
alternatif
penggerak mesin. Dan salah satu pilihan terkuat adalah bahan bakar
hidrogen,
dipilihnya hydrogen karena dianggap memenuhi dua alasan utama,
yakni karena
hidrogen ramah lingkungan. Gas buang hasil pembakaran hidrogen
sama sekali
tidak mencemari lingkungan. Alasan kedua, karena secara alamiah
hidrogen
tersedia dalam jumlah besar hingga bisa dimanfaatkan dari generasi
ke generasi.
Hidrogen secara ekonomis dapat diperoleh dengan murah. Siklus air
juga
memungkinkan hidrogen tersedia dalam jangka panjang. Hidrogen
merupakan
salah satu pilihan kuat sebagai bahan bakar mobil masa datang,
menggantikan
peran bahan bakar minyak (BBM) yang tingkat polusinya tinggi dan
makin tipis
ketersediaannya di alam. Hidrogen bisa diperoleh dengan cara
melalui proses
meng elektrolisa air. cara ini dianggap tidak mengubah keseimbangan alam, sangat
simpel, efektif dan bersih. Yakni dengan teknik elektrolisa air
dalam jumlah besar
dengan menggunakan tenaga listrik. Caranya dua elektroda
dibenamkan ke dalam
bak berisi air, untuk memancing hidrogen. Ion-ion hidrogen yang bermuatan
positif
( kation) berkumpul di sekitar katoda negatif. Sedangkan ion-ion oksigen (
anion)
dikumpulkan menuju anoda positif. Dengan begitu terbentuklah
hidrogen dalam
bentuk gas. Setelah hydrogen dalam bentuk gas didapatkan, maka
melalui
teknologi pembakaran 'dingin' di dalam sebuah sel listrik, yang
hasilnya berupa
tenaga listrik untuk menggerakkan mobil. Selengkapnya Baca buku
"MOBIL
LISTRIK" TEKNOLOGI DAN PERKEMBANGANNYA: [1] Oleh : Masrah [2]
Mobil Listrik Marlip
Mobil ini di Indonesia dikembangkan oleh LIPI ( Lembaga Ilmu Pengetahuan
sumber tenaga aki 200Ah/12V sebanyak 3 buah. Untuk perjalanan
nonstop selama
8 jam, membutuhkan pengisian ulang selama 8 jam pula. Mobil ini
dapat
menempuh kecepatan rata-rata 40 km/jam. Mobil Marlip, terdiri dari
banyak
macam, seperti kereta pasien, mobil golf, kendaraan patroli
polisi, hingga
kendaraan perumahan untuk 2 penumpang. Saat ini sedang
dikembangkan juga
mobil listrik yang di beri tambahan sel surya diatapnya, untuk
menambah daya
jelajah mebil tersebut.
SUMBER:
http://rampung_tenan.com




Tidak ada komentar:
Posting Komentar